26 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Bahan Material Bangunan

Jeli dalam memilih produk

Kriteria sifat bahan material yang tepat guna bagi desain rumah yang akan dibangun

Dunia bahan material bangunan sangat beragam, penemuan teknologi kian menghasilkan produk baru, begitu banyak pilihan bisa membuat kita bingung memilih mana yang tepat guna bagi bangunan kita.

Berikut ini beberapa kriteria yang bisa kita jadikan acuan dalam memilih produk bahan material bangunan tersebut.

Kalau jaman kuliah 90 han dulu ini rasanya termasuk mata pelajaran teknologi bahan aka Tekban. Entah kalau saat sekarang.

Sifat Mekanikal

Sifat mekanikal menjelaskan bagaimana material bereaksi terhadap suatu gaya yang diberikan. Sifat-sifat ini berubah tergantung kepada suhu, bentuk bahan itu sendiri dan bagaimana gaya tersebut diterapkan.

Misalnya, kayu memiliki kekuatan tumbukan yang lebih tinggi ketika arah tumbukannya disejajarkan dengan arah urat kayunya. Banyak dari sifat-sifat ini yang signifikan diaplikaskan pada desain struktural.

Kekuatan

Kekuatan suatu material bisa diukur dengan ketahanannya untuk tidak pecah dibawah tekanan.

Bila dia gagal menahan tekanan tersebut maka bisa terjadi masalah, misalnya pecahan kaca, atau balok struktur rangka atap yang melendut atau melorot. Sutra laba-laba memiliki kekuatan tarik yang luar biasa tetapi sebenarnya tidak memiliki kekuatan tekan atau tekuk.

Kekerasan

Sifat kekerasan ditentukan dengan seberapa kuat dia menahan goresan.

Bahan yg lebih keras akan menggores bahan yang lebih lembut tanpa rusak. Itulah kenapa paku bisa menembus kayu yang lunak. Kekerasan dapat menjadi penting dalam memilih tingkat kekerasan beton yang diperlukan.

Sifat kekerasan ini diukur menurut skala Mohs.

Lihat skala Mohs di wikipedia (inggris)

Elastisitas

Elastisitas secara umum diartikan sebagai kemampuan suatu material untuk mendapatkan kembali bentuknya setelah ada tekanan yang diterapkan padanya.

Lainnya adalah pengukuran seberapa banyak material akan berubah sementara terhadap tegangan yang diterapkan. Contohnya, beton tidak banyak berubah karena tidak elastis. Sedangkan pada baja, relatif banyak berubah karena lebih memiliki sifat elastis.

Kerapuhan

Bahan yang rapuh bila mendapat tekanan tidak akan bengkok sedikitpun tetapi akan langsung pecah/patah, mirip dengan getas.

Contohnya ada pada kaca, ubin keramik atau semen.

Bahan yang lebih rapuh tidak selalu lebih buruk daripada bahan yang kurang rapuh asalkan bahan tersebut cukup kuat untuk menahan gaya tipikal.

Kelelahan

Bahan material bisa mengalami kelelahan apabila mendapatkan beban yang berulang.

Contohnya, sebuah kolom beton dapat menahan 100 gempa bumi tetapi akan patah pada gempa bumi yang ke 101, inilah yang disebut sebagai kelelahan material.

Kekuatan benturan

Ketahanan bahan material terhadap benturan atau efek dari hal tersebut.

Sifat tahan benturan ini penting bagi bangunan yang memerlukan ketahanan terhadap ledakan atau memiliki ancaman lingkungan yang signifikan seperti pohon patah atau tumbang.

Ketahanan abrasi

Abrasi disebabkan oleh dua bahan yang saling bergesekan.

Contohnya aspal atau paving blok , hal ini penting karena akan menerima atau dilalui lalu lintas yang padat.

Pergeseran

Pergeseran adalah pergerakan lambat suatu material dari waktu ke waktu. Pondasi bangunan dapat bergeser jika berada di tempat yang tidak stabil.

Sifat Fisik

Kepadatan masal

Dalam keadaan alaminya, masa kepadatan per volume suatu material dianggap termasuk pori dan rongga yang ada pada bahan material tersebut.

Contohnya terakota, secara alami bahan material ini memiliki kantong udara. Dengan menghitung tingkat kepadatannya, maka kita bisa mengetahui berat dari sejumlah tumpukan terakota, dibandingkan dengan gundukan terakota solid tanpa kantong udara/pori.

Lihat terakota di wikipedia

Masa jenis

Kepadatan murni adalah ukuran suatu blok massa yang padat bahan, solid, seolah-olah tidak memiliki kantong udara didalamnya. Pada material yang tidak mengalami pengeroposan, maka masa pada kepadatan masal dan murni adalah sama.

Kepadatan murni adalah ukuran massa blok padat bahan seolah-olah itu tidak termasuk kantong udara. Untuk material yang tidak keropos, densitas curah dan densitas murni adalah sama.

Berat jenis

Ini lebih merupakan istilah fisika, tetapi kita bisa melihatnya sebagai cara untuk mengukur kepadatan.

Angka yang lebih tinggi berarti bahan yang lebih padat (gravitasi spesifik baja adalah 7,82, dan aluminium 2,72). Secara teknis diukur dengan membandingkan kerapatan zat dengan kerapatan air pada 4 derajat Celcius.

Porositas

Porositas adalah pengukuran rasio volume pori-pori terhadap volume kepadatan dalam suatu material.

Sebuah batu bata dengan banyak lubang akan memiliki porositas yang lebih tinggi, seperti halnya pasir kasar yang tidak terkemas/tercetak secara ketat.

Penyerapan air

Penyerapan air adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap dan menahan air, sebagai lawan dari …

  • Permeabilitas air

… Permeabilitas air, yang merupakan kemampuan bagi air untuk melewati suatu material, yang berbeda dari …

  • Higroskopisitas

… Higroskopisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap air dari udara.

Koefisien Pelunakan

Melanjutkan tema air, koefisien pelunakan adalah “rasio kekuatan tekan bahan jenuh dengan kekuatan tekannya dalam kondisi kering.” Ini sangat penting untuk fondasi atau bahan apa pun dengan potensi penyerapan air yang tinggi.

Tahan api

Agar tahan api, bahan material bangunan harus mampu menjaga kekuatan dan bentuknya terhadap api dan air, sehingga mereka tidak akan runtuh/rusak ketika disemprot dengan selang kebakaran.

Tahan beku

Pembekuan dapat menghancurkan batu-batu besar, menjadikannya rapuh/getas sehingga dapat hancur.

Jadi komponen bahan material bangunan tetap memiliki kerentanannya sendiri. Bahan yang tahan beku akan memiliki sifat yang kering dan padat.

Ketahanan pelapukan

Bahan eksterior harus mampu menahan efek korosif dari angin, hujan, dan bermacam kekuatan lingkungan lainnya, yang mungkin memapari bagian luar bangunan.

Ketahanan spalling

Spalling menurut The Constructor adalah, “kemampuan suatu material dalam menjalani sejumlah siklus variasi suhu yang tajam tanpa mengalami kegagalan.”

Ketahanan pembiasan

Tidak seperti ketahanan spalling, yang merupakan kemampuan untuk menahan fluktuasi suhu berulang, ketahanan pembiasan adalah kemampuan untuk menahan paparan suhu yang berkepanjangan lebih dari 1.580 derajat Celcius.

Sifat Kimia dan Termal

Ketahanan kimia dan korosi

Karat adalah jenis korosi yang paling umum, tetapi struktur di dekat lautan juga terkena korosi dari semprotan garam yang dapat bertiup relatif jauh ke daratan.

Ketahanan panas yang spesifik

Panas spesifik adalah berapa banyak energi yang diperlukan untuk menaikkan massa suatu zat (1 Newton, jika kita mempelajari fisika) 1 derajat Celcius. Ini terdengar mirip dengan …

Kapasitas termal

… Kapasitas termal, yaitu berapa banyak energi yang diperlukan untuk mengubah suhu sejumlah variabel suatu zat.

Contoh, semua batu bata memiliki panas spesifik yang sama, tetapi 1 ton batu bata memiliki kapasitas termal lebih tinggi dari 1 Kg batu bata. Kapasitas termal suatu produk penting dalam menentukan seberapa besar suhu suatu bangunan akan berfluktuasi.

Konduktifitas dan ketahanan termal

Kedua sifat ini saling bertolak belakang. Bahan yang sangat konduktif memiliki daya tahan termal yang rendah dan sebaliknya. Konduktivitas diwakili oleh huruf U dan resistensi oleh huruf R. Sifat-sifat ini penting untuk jendela, isolasi, dan apa pun yang berpotensi memancarkan panas antara dalam dan luar.

Demikian posting kali ini mengenai hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih dan menentukan bahan material bangunan rumah anda. Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain rumah  minimalis di bandung