Contoh Desain Rumah Kecil Berukuran Lebar Hanya 1.8 meter

Contoh kasus desain rumah kecil di lahan terbatas

Desain bangunan di lahan sempit, sebuah rumah kecil di Toshima – Tokyo, rumah mungil yang efektif dan fungsional.

Biaya hidup di Jepang yang tinggi dan sempitnya lahan perkotaan

Lahan perkotaan di Jepang terkenal mahal dan sempit, biaya hidup yang tinggi membuat masyarakatnya terbiasa hidup dengan berbudaya sangat praktis. Budaya ini juga berimbas kepada gaya desain rumah Jepang modern saat ini, cenderung minimum.

Minimum disini tentu bukan berarti serba kekurangan, tetapi sangat fungsional. Dekorasi, hiasan, pernak-pernik yang tidak perlu ya ditiadakan.

Pola hidup ini juga yang pada akhirnya menjadikan masyarakat modern Jepang bisa / berani membangun rumah di lahan-lahan yang sangat sempit. Contohnya pada postingan kali ini, sebuah rumah yang berdiri pada lahan dengan lebar hanya berukuran 1.8 m.

Tahukan anda jarak 1.8 m itu seperti apa? Tidak lebih panjang dari tinggi daun pintu kamar mandi kita (standard tinggi daun pintu adalah 2 m).

Desain rumah kecil lebar 1.8 meter

Terletak di kota Toshima – Tokyo, rumah ini di desain oleh YUUA Architects & Associates. Ukuran lebar asli lahannya sebenarnya 2.5 m dan panjang ke belakangnya 11 m, tetapi karena di bangun tidak menempel dengan dinding tetangga kanan kiri, lalu setelah dikurangi tebal dinding dll maka lebar bersihnya adalah 1.8 m.

Beda ya dengan kebiasaan di negeri warga 62, kalau tidak nempel kanan kiri bisa gerah, pemborosan katanya. Jadi pada banguna ini, walau lahan sempit sekalipun semua muka bangunan tetap di finishing dengan rapih, ibarat bangunan sebelah dan belakang dihilangkan, maka bangunan ini tetap punya muka ke segala arah.

Worthed lah sewa arsitek, bangunan anda selesai di semua sisinya, bukan disembunyikan nempel ke tetangga -_-

Pemilik bangunan ini adalah pasangan yang memiliki peliharaan dua ekor kucing, rumah ini adalah contoh rumah ultra kompak atau disebut juga kyo-sho-jutaku dalam bahasa Jepang. Dibangun diatas lahan kecil, desain bangunan ini cocok untuk kaum muda yang ingin memiliki rumah di daerah padat penduduk seperti Tokyo.

Fasad bangunan ini didesain dengan tampilan kaca penuh, baik dari lebar maupun tingginya dan mengarah ke jalan di depan, yang merupakan bagian dari lingkungan perumahan yang tenang.

Tampilan kaca ini memungkinkan cahaya alami masuk pada siang hari sehingga membuat ruangan dalam tetap segar.

Pada malam hari, walau cahaya lampu di dalam bisa memperlihatkan ruang interior, tetapi hanya memperlihatkan area yang digunakan secara berkala / umum, sedangkan ruang keluarga dan makan secara cerdik diletakan lebih ke dalam dari area bangunan, sehingga tetap memiliki privasi.

Fasad dengan eksterior kaca yang tampil tenang ini mampu memamerkan gubahan masa yang menampung lantai didalamnya, seolah tampil bagai irisan vertikal yang memperlihatkan berbagai lantai dan tinggi bangunannya.

Desain karya YUUA ini juga mendapatkan penghargaan A+Award karena dianggap berhasil menciptakan desain yang mengagumkan untuk bangunan di lahan sempit, sebuah rumah dengan lebar yang hanya 1.8 m.

Akhir

Nah demikian postingan kali ini mengenai contoh desain rumah kecil di lahan sempit, berlokasi di kota Toshima – Tokyo. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua 🙂

Lihat juga postingan lainnya mengenai:

Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain rumah online seluruh Indonesia.

Author: Argi Nuring

Jasa arsitek di Bandung untuk desain rumah tinggal modern dan minimalis. View all posts by Argi Nuring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *