Bambu Sebagai Bahan Material Berkelanjutan

Penggunaan material bambu bagi desain sustainable

Bambu sebagai material berkelanjutan

Kelebihan dan kekurangan serta penggunaan bambu sebagai bahan material bangunan modern dan tradisional

Bambu

Bambu adalah tanaman serba guna yang telah digunakan sejak zaman kuno untuk berbagai keperluan. Dalam dunia konstruksi baja, beton dan plastik saat ini, bambu tetap memiliki fungsi penting, diantaranya sebagai bahan material bangunan yang berkelanjutan (sustainable).

Kelebihan dan kekurangan

Berbagai macam kegunaan / kelebihan bambu sebagai bahan material bangunan, yaitu:

  • Sifat: ringan, fleksibel; dapat digunakan dalam berbagai macam konstruksi.
  • Biaya: biaya rendah.
  • Kekuatan tarik: sangat tinggi (lebih tinggi dari baja stainless).
  • Pelatihan yang dibutuhkan: tenaga kerja tradisional untuk konstruksi bambu.
  • Peralatan yang dibutuhkan: alat untuk memotong dan membelah bambu.
  • Resistensi seismik: bagus

Sedangkan kekurangan bambu yaitu:

  • Ketahanan terhadap badai: rendah
  • Ketahanan terhadap hujan: rendah
  • Ketahanan terhadap serangga: rendah
  • Kesesuaian iklim: iklim hangat dan lembab.

Pertimbangan bambu

Pertimbangan penggunaan bambu untuk bahan material bangunan:

  • Bambu umumnya tumbuh di daerah yang beriklim hangat dan lembab, sehingga cocok untuk desain rumah yang memiliki dinding dengan kapasitas termal rendah & ventilasi silang.
  • Fleksibilitas dan ketahanan yang tinggi terhadap tegangan membuat dinding bambu sangat tahan terhadap gempa, dan jika runtuh, strukturnya yang ringan menyebabkan lebih sedikit kerusakan, dan proses rekonstruksi bisa cepat dan mudah.
  • Tenaga kerja khusus diperlukan untuk mengerjakan bambu, dan biasanya terkonsentrasi di daerah tempat bambu tumbuh.
  • Kerugian terbesar adalah karena daya tahannya yang relatif rendah (hama), dan ketahanan yang rendah terhadap angin topan dan api, sehingga beberapa tindakan perlindungan sangat penting.

Penggunaan modern dan tradisional

Sebagai bahan material bangunan modern:

Bambu bisa kita gunakan untuk membuat hampir semua bagian rumah – kecuali perapian. Dalam banyak kasus, bambu juga kerap/bisa digabungkan dengan bahan material bangunan lainnya, seperti kayu, dinding bata, tanah liat, semen, besi dll.

Sebagai bahan material bangunan tradisional:

Di wilayah tertentu, seperti Jepang, Jawa dan Malaysia; bambu secara tradisional digunakan dalam bentuk arsitektur yang khas dan artistik. Contoh yang lebih jelasnya mungkin pada rumah tradisional Jepang, baik untuk struktur, dinding maupun partisi antar ruangan.

Pada konstruksi bangunan, elemen struktural dari batang bambu dipasang pada tiang, dan bila dibangun dengan baik maka bisa bertahan dari gempa tektonik.

Ciri-ciri bambu

Ciri-ciri bambu sebagai bahan material yang nyaman & ekonomis bagi bangunan dan perancah:

  • Satuan alami, batang bambu memiliki panjang dan bentuk yang serupa (berbuku-buku) sehingga mudah dikelola & disimpan.
  • Batangnya memiliki karakteristik struktur fisik dengan ketahanan tinggi terhadap beratnya.
  • Bentuk penampangnya yang bulat dan berongga didalamnya bisa dipasang secara strategis untuk menghindari kerusakan saat menekuk.
  • Buku pada batang bambu menjadikannya mudah dipotong menjadi potongan pendek atau dibelah-belah.
  • Permukaan alami bambu banyak yang bersih, keras dan halus, dengan warna yang menarik.
  • Bambu memiliki sedikit limbah dan tidak ada kulit kayu yang harus dihilangkan.

Pelestarian atau daya tahan bambu

Pelestarian dan pematangan sangat penting untuk memperpanjang umur material bambu. Agar tahan lama, salah satu caranya adalah dengan aplikasi kimia seperti pentachlorophenol.

Jika bambu digunakan dalam kondisi sering basah atau bersentuhan dengan tanah lembab, lebih baik kita menggunakan fondasi dari beberapa bahan yang lebih tahan air daripada bambu, misalnya beton, batu, batu bata dll.

Bambu sebaiknya kita gunakan hanya jika area tersebut tidak lembab atau basah terus menerus.

Bahan Material bambu

Jika bambu kita gunakan sebagai penyangga pada desain rumah ekonomis, maka batangnya harus kita pilih yang berdiameter besar, dinding yang tebal dan simpul yang lebih rapat. Ini bertujuan agar kita bisa mendapatkan ketahanan maksimum terhadap tekuk.

Bambu kembali menjadi tren untuk desain bangunan yang berkonsep berkelanjutan (sustainable), sifatnya yang ramah lingkungan menjadikannya alternatif bahan material bangunan yang cocok bagi konsep desain tersebut.

Akhir

Nah demikian postingan kali ini mengenai penggunaan bambu sebagai alternatif bahan material konstruksi yang berkelanjutan. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua 🙂

Lihat juga postingan lainnya mengenai:

Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain rumah online

Author: Argi Nuring

Jasa arsitek di Bandung untuk desain rumah tinggal modern dan minimalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *