10 Pertimbangan Desain Rumah Kontainer

Hal-hal yang perlu anda ketahui sebelum menggunakan kontainer untuk desain rumah anda.

Berminat memiliki rumah yang di desain dari kontainer?

Desain rumah kontainer 40 feet? 20 feet? Sebelumnya coba baca dulu pertimbangan berikut ini.

Pertimbangan

Pertimbangan desain rumah kontainer

  1. Nilai ekonomis
  2. Kondisi kontainer
  3. Adapatasi lingkungan
  4. Kekuatan struktur
  5. Utilitas dan mekanikal (pemipaan dan jalur listrik)
  6. Karat
  7. Ukuran kontainer
  8. Kualitas kontainer
  9. Peraturan dan izin bangunan setempat
  10. Kontraktor yang berkualitas

Lebih jelasnya untuk setiap pointnya dipaparkan sebagai berikut:

1. Nilai ekonomis

Secara nilai diatas kertas, desain rumah kontainer pasti jauh lebih murah, karena cepat dari segi waktu, tinggal pasang dan selesai. Betulkah?

Coba perhitungkan dulu dimana kita bisa mendapatkan kontainernya, lalu jarak ke lokasi lahannya. Jika jaraknya dekat dan mudah dalam transportasinya maka ini menguntungkan. Sebaliknya, bila tidak maka bisa jadi masalah.

Lalu cermati masalah bongkar muatnya nanti, apakah truk trailer, derek (crane), derek pemuat samping (side loader) bisa atau boleh masuk ke lokasi lahan? Ijin lokasi, warga, ‘pengamanan’, jalan menuju lokasi muat tidak untuk trailer dll tsb.

Kenapa kita harus cermati? karena bongkar muat kontainer itu biasanya menggunakan salah satu dari ketiga cara berikut:

Semi unloading
Semi unloading container, perhatikan area bongkar diatas yang dibutuhkan.
Derek pemuat samping (side loader).
Derek kontainer
Derek besar

Dari cara diatas kita tahu bahwa bongkar muat kontainer perlu persiapan yang cukup, masak kontainernya mau dipotong-potong terus disambung lagi? Ya bisa saja, tapi kan sayang estetika dan uniknya hilang percuma.

2. Kondisi kontainer

Rata-rata klien yang berdiskusi dengan saya mengenai ide desain kontainer buat rumah tinggal ini pasti membayangkan kontainer bekas, kenapa? Karena uniknya itu, justru rasa ‘bekas’ ini yang menjadi antik, hingga ingin di tonjolkan. Belum lagi harganya pasti murah, dengan kekuatan yang relatif sama dengan kontainer baru. Tapi tunggu dulu.

Kontainer ini biasanya sudah pernah dipakai untuk mengirim berbagai barang kan? Itu bisa mulai dari barang aman hingga yang berbahaya. Ada resiko bahwa kontainernya pernah dipakai untuk mengirim limbah atau zat kimia, harus dipastikan bahwa kontainernya aman dari paparan residu tersebut.

3. Adaptasi lingkungan

Awalnya, rumah itu adalah tempat bernaung, dibuat dari material lokal yang ada di sekeliling lahan, lalu disesuaikan agar bisa beradaptasi dengan lklim sektarnya. Indonesia beriklim tropis, sehingga ruang dalamnya nanti harus benar-benar di desain agar bisa ditinggali, nyaman, sejuk, segar dan sehat. Bukan ruang oven roti bakar.

Harus dipikirkan untuk pengkondisian ruang dalamnya, insulasi, peredam dll dsb. Nanti pasti akan terjadi penebalan dinding bagian dalam dikarenakan terisi segala macam material tadi, sehingga akan mempersempit ruangan.

Jangan samakan dengan pondokan darurat di lapangan, tambang dll 🙂

4. Kekuatan struktur

Kalau anda ada ide desain rumah kontainer, kemungkinan sudah survey di internet mengenai berbagai desain kontainer kan? Nah, itu biasanya contoh desain yang ada bentuknya serba ‘wah’. Ada bagian yang menonjol keluar, melayang, menjulang ke kiri, kanan dll. Kontainer itu pada dasarnya disiapkan untuk disusun bertumpuk keatas seperti bata Lego, sejajar keatas bukan asal melayang kesana kemari.

Maka desainnya harus aman, di desain dengan baik dari awal, secara struktur harus sesuai dll. Bisa saja nanti ada tambahan perkuatan berupa balok atau tiang baja. Dan ini bisa menmbah biaya.

Harus di cek apakah masih layak atau tidak dari segi pembiayaannya nanti.

5. Utilitas dan mekanikal (pemipaan dan jalur listrik)

Karena biasanya yang kita ingin tampilkan adalah estetika, terutama bentuk asli kontainernya, maka kita harus rencanakan dengan baik peletakan pipa-pipa dan jaringan listriknya. Sehingga perlu ada ruangan yang disediakan di atas plafond atau dibawah lantainya.

Ini bisa memakan ruangan, tidak banyak tapi ada. Hasilnya nanti akan seperti rumah-rumah kecil ala Jepang, ruangan kecil yang fungsional, ketinggian plafondnya ya pas-pas saja, lebarnya ya cukup-cukup saja. Oleh karenanya penghuninya harus paham dulu karakternya nanti akan seperti itu 🙂

6. Karat

Karat adalah sang ‘nemesis’ dari besi dan baja. Jadi pastikan anda anggarkan investasi yang cukup untuk perlakuan anti karatnya. Cat ‘industri’ bawaan asli dari produknya sudah di desain untuk tahan di tengah lautan hingga 10 tahun. Berbeda dengan cat tembok standar rumah tinggal. Harganya juga pasti berbeda.

7. Ukuran kontainer

Nah ini jangan sampai lupa, pastikan jeroan rumah anda bisa masuk nantinya. Lakukan riset dan analisa terhadap mebel dan furnitur yang hendak dipakai.

Ok, lalu omong-omong, ukuran kontainernya berapa? gimana-gimana?

Ukuran desain kontainer standar itu ada dua, panjang 20 dan 40 feet, detilnya sbb:

Tipe 20 feet
Ukuran luar
P: 6.06 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran bersih dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 14.8/m2
Berat: 2.2 Ton

Tipe 40 feet
Ukuran luar
P: 12.2 m
L: 2.44 m
T: 2.60 m

Ukuran bersih dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.39 m

Luas: 29.8/m2
Berat: 3.8 Ton

Jenis kontainer non standard – high cube, ukuran panjangnya sama 20 dan 40 feet tapi beda ketinggian

Tipe 20 feet high cube
Ukuran bersih dalam
P: 5.84 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Tipe 40 feet high cube
Ukuran bersih dalam
P: 12.03 m
L: 2.35 m
T: 2.64 m

Kalau bisa pilih yang high cube, agar agak lowong setelah dipasang jalur-jalur pemipaan dan listrik (mekanikal & elektrikal).

8. Kualitas kontainer

Coba perhatikan contoh desain rumah kontainer di internet, ternyata ya, rata-rata mereka menggunakan produk kontainer baru yang dibeli dari produsen di negerinya Sam Kok sana, aka China.

Jadi harganya murah dan terbebas dari resiko bekas pakai barang berbahaya.

9. Peraturan dan izin bangunan setempat

Coba cek dengan peraturan bangunan setempat, waktu dulu saya pernah dapat klien yang ingin pakai kontainer (Nggak tanggung-tanggung, desainnya menggunakan 4 kontainer, 2×20 feet dan 2×40 feet), kami coba survey dan ngobrol-ngobrol dengan pihak pengurusan IMB, ternyata mereka belum punya standard yang baku untuk bangunan jenis ini. Kalau sekarang mungkin sudah ada aturan barunya.

10. Kontraktor yang berkualitas

Setelah desain kontainer selesai, untuk pelaksanaannya jangan lupa pilih kontraktor yang berpengalaman, punya know how yang cukup. Jangan cuma know now and how do it latter latter lah….Bisa kelaut nanti bangunannya.

Kontraktor pelaksananya harus paham dan siap untuk pengerjaannya.

Pada akhirnya

Nah demikian postingan kali ini mengenai 10 macam pertimbangan dalam desain rumah kontainer. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua 🙂

Lihat juga postingan lainnya mengenai:

Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain rumah online