Bagaimana Cara Mendesain Dan Menghitung Sudut Kemiringan Tanjakan Ramp

Membahas mengenai sudut kemiringan tanjakan ramp, panjang, lebar & bentuknya, agar nyaman dan aman

Peruntukan ramp

Kali ini kita akan membahas desain jalur melandai/menanjak, dalam bahasa asingnya disebut ramp. Sudut kemiringan dalam desain ramp perlu mendapat perhatian, agar nantinya bisa nyaman dan aman.

Tangga dan ramp

Pada desain arsitektur rumah tinggal atau gedung, ramp biasanya diperuntukan sebagai fasilitas bagi para difabel (different ability), lansia, anak kecil, keadaan darurat atau kegiatan servis bangunan (jalur barang dll).

Lihat wikipedia untuk pengertian difabel & perbedaannya dengan disabilitas

Ramp bagi difabel

Kita juga bisa temukan ramp pada gedung parkir, mobil dan motor pasti membutuhkan jalur ramp ini.

Ranp dengan desain yang estetis

Lalu berapa sudut kemiringan atau tanjakan pada ramp yang dianggap nyaman dan aman? Terlalu curam berbahaya, terlalu landai membuang-buang ruangan.

Perhitungan sudut kemiringan ramp

Sudut kemiringan adalah persentase yang dihasilkan dari rasio antara tinggi yang harus ditempuh (h) dan panjang bidang horizontal (d), dikalikan dengan 100.

Kemiringan dinyatakan sebagai persentase = (h / d) x 100

Dari rumus ini, kita dapat mengetahui nilai yang diperlukan. Sebuah tanjakan ramp dengan ketinggian 1 meter dan panjang horizontal 10 meter, akan memiliki kemiringan sebesar 10%.

Dengan mengetahui tinggi yang harus ditempuh pada suatu proyek akan memungkinkan kita menilai berapa sebaiknya kemiringan yang diperlukan, sesuai rekomendasi yang ada.

Contoh skematis untuk desain ramp di area terbuka
Ramp pada area luar, lansekap

Sudut kemiringan maksimum yang disarankan untuk ramp di area terbuka dapat dibuat dengan melihat tinggi yang harus ditempuh dan panjang area yang ada. Berdasarkan pertimbangan rata-rata dari berbagai negara, sudut kemiringan sebesar 10-12% ditujukan untuk ketinggian yang rendah.

Apabila ketinggiannya membutuhkan lebih banyak usaha pencapaian, sudut kemiringan perlu dikurangi untuk mengejar sudut yang lebih kecil, yaitu;

  • 8% untuk ketinggian hingga 50 cm
  • 6% untuk ketinggian hingga 100 cm
  • 5% untuk ketinggian hingga 150 cm
  • 4% untuk ramp bagi lansia (dan anak-anak)

Apabila diukur berdasarkan panjang horizontal pada tanjakan rampnya maka sudut kemiringan rampnya dihitung sebagai berikut;

  • Jarak pendek hingga 1.5 m, kemiringan harus kurang dari 12%
  • Jarak hingga 3 m, kemiringan harus kurang dari 10%
  • Jarak hingga 9 m, harus kurang dari 8%

Perhitungan tersebut dengan kondisi selalu mempertimbangkan pertimbangan di atas tentang ketinggian.

Hindari jalur ramp yang memiliki panjang berlebihan tanpa jeda.

Panjang maksimum yang disarankan adalah 9 meter. Hal ini karena kita harus mempertimbangkan kemampuan orang difabel dan barang, upaya yang diperlukan mereka untuk naik dan turun tanpa bantuan kursi roda serta lalulintas pengangkutan barang yang berat.

Contoh perhitungan jarak yang diperlukan (d)

Contoh, untuk menempuh tinggi 54 cm kita akan menggunakan sudut kemiringan 6%, maka hasilnya adalah panjang horizontal sejauh 9 m.

Dalam satuan meter;
6 = (0.54m / d) x 100
d = 0.54m / 0.06
d = 9 meter

Contoh skematis untuk desain ramp di area dalam ruangan
Ramp pada area ruang dalam

Untuk sudut kemiringan ramp dalam ruangan perhitungannya pun sama, semakin ia membutuhkan upaya pergerakan, maka sudut kemiringan tanjakannya semakin dikecilkan;

  • 10% untuk ketinggian hingga 30 cm
  • 8% untuk ketinggian hingga 75 cm
  • 6% untuk ketinggian hingga 150 cm
  • 5% untuk ramp bagi lansia (dan anak-anak)

Sedangkan untuk panjang horizontal ramp dihitung sebagai berikut;

  • Jarak pendek hingga 3 m, kemiringan harus kurang dari 10%
  • Jarak menengah 3 – 6 m, kemiringan harus kurang dari 8%
  • Jarak 6 – 9 m, harus kurang dari 6%

(Juga dengan memperhitungkan rekomendasi sebelumnya mengenai ketinggian).

Contoh perhitungan jarak horizontal (d)

Untuk menempuh ketinggian 90 cm maka kita akan menggunakan kemiringan 6%, yang menghasilkan panjang horizontal 15 meter.

Dalam satuan meter;
6 = (0,9 m / d) x 100
d = 0,9m / 0,06
d = 15 meter

Contoh pertanyaan

Bentuk seperti apa yang cocok bagi desain ramp?

Panjang kelandaian ramp sebaiknya berupa garis lurus, karena bentuk lengkungan akan menyulitkan pergerakan seseorang di kursi roda. Dalam kasus ini, kemiringan tanjakan ramp juga tidak boleh melebihi 2%, sehingga menghindari selip lateral. Selain itu sebaiknya dalam setiap perubahan arah harus ada bidang horizontal dengan diameter setidaknya 150 cm, sehingga kursi roda bisa berotasi 360°.

Pada ujungnya, ramp sebaiknya memiliki bidang horizontal dengan diameter minimal 150 cm, bebas dari hambatan dan tidak boleh terhalang oleh arah bukaan pintu. Seseorang dengan kursi roda tidak dapat melakukan manuver membuka pintu sambil duduk di lereng tanjakan.

Pertimbangan apa saja untuk pegangan tangan?

Ramp harus memiliki pegangan tangan yang menerus, tanpa gangguan, di keseluruhan panjangnya, pada kedua sisinya, dan dengan ketinggian yang berbeda. Idealnya 65-75 cm dan yang lainnya antara 90-100 cm.

Tambahan lainnya adalah, pada ujung awal/akhir pegangan harus diberikan lebihan memanjang sejauh lebih dari 30 cm sehingga siapapun dapat mencapainya mulai dari bidang horizontal yang ada di awal ramp.

Pegangan tangan ini harus dibuat pada posisi yang tetap dan kokoh, dengan bahan yang halus dan tidak mengalami perubahan bentuk apabila terjadi perubahan suhu (terpapar matahari sepanjang waktu atau daerah bersuhu rendah).

Selain itu jangan lupa perlu dibuatkan elemen perlindungan di batas jalan ramp yang ada untuk menhindari kecelakaan pada ujung sisi jalan, baik untuk kursi roda meluncur, kereta bayi, tongkat atau bagi orang dengan kemampuan visual yang rendah.

Cara menentukan dan menghitung lebar tanjakan ramp?

Bergantung pada peraturan setempat, rata-rata rekomendasinya selama ini untuk lebar jarak antara pengangan tangan minimal berjarak 120 cm, karena nyaman dan memungkinkan lewatnya kursi roda, dan memungkinkan siapa pun untuk memegang kedua sisinya dengan lebar celah minimum 180 cm untuk ruang publik. Apabila lebar antar pegangan tangan lebih dari 180 cm maka sebaiknya ditempatkan pegangan tambahan di tengah jalur tersebut.

Ketika menentukan lebar tanjakan, penting untuk mempertimbangkan ruang manuver bagi dua orang berkursi roda sekaligus dan orang dengan kereta bayi.

Bahan material untuk pembuatan tanjakan ramp?

Di luar material struktur, material akhir (finishing) ramp harus menggunakan material permukaan anti selip dan keras, agar dapat digunakan dalam kondisi kering atau basah.

Selain itu jangan lupa pada sepanjang ramp harus ada trotar/pembatas dengan warna yang berbeda, di sepanjang batas jalan, untuk pencegahan bagi orang dengan kemampuan visual rendah.

Terakhir, semua yang disajikan pada postingan ini adalah informasi tambahan untuk desain ramp.

Semua pertimbangan untuk desain ramp ini harus selalu mempertimbangkan karakteristik khusus dari setiap proyek dan harus disiapkan setelah mengevaluasi peraturan lokal dan sesuai dengan keputusan yang diambil oleh arsitek dan/atau profesional di daerah tersebut.

Demikian posting kali ini mengenai cara perhitungan sudut kemiringan tanjakan dan hal lainnya pada desain ramp .

Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain arsitek untuk rumah  minimalis di bandung

Summary
Bagaimana Cara Mendesain Dan Menghitung Sudut Kemiringan Tanjakan Ramp
Article Name
Bagaimana Cara Mendesain Dan Menghitung Sudut Kemiringan Tanjakan Ramp
Description
Membahas mengenai perhitungan sudut kemiringan tanjakan ramp, panjang, lebar & bentuknya, agar nyaman dan aman bagi para difabel, lansia, anak kecil dll.
Author
Publisher Name
internet
Publisher Logo

Author: Argi Nuring

Jasa arsitek di Bandung untuk desain rumah tinggal modern dan minimalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *