Visualisasi Taman Hiburan Studio Ghibli 2022

Konsep desain

Pentingnya visualisasi

Dalam dunia arsitektur, visualisasi adalah bagian dari presentasi yang tidak bisa diabaikan, visualisasi yang menarik dan dapat menyanpaikan konsep dengan jelas kerap membantu berhasil tidaknya suatu desain (selain budget).

Hayao Miyazaki, Studio Ghibli

Hayao Miyazaki adalah salah satu tokoh utama di balik Studio Ghibli, salah satu rumah animasi paling terkenal di dunia. Beberapa karya besarnya seperti ‘Spirited Away’ yang memenangkan penghargaan Oscar, dan ‘My Neighbor Totoro’. Lainnya ada juga ‘Grave of the Fireflies’ yang mengisahkan 2 kakak beradik pasca bom atom PD 2, film ini konon telah ‘menampar’ dunia animasi barat saat itu.

Studio Ghibli rencananya akan membuka taman hiburan baru untuk umum pada tahun 2022, dibangun di atas lahan taman peringatan Aichi, Nagakute, Jepang.

Visualisasi taman hiburan Studio Ghibli

Berikut adalah beberapa visualisasi dari rencana taman hiburan tersebut, kalau menilik teknik cat air yang digunakan dan gaya penggambarannya, visualisasi ini dibuat langsung oleh Studio Ghibli, bukan konsultan arsitek (IMHO ya).

Youth Hill Area

Taman hiburan ini akan dibangun di atas tanah seluas 500 hektar yang sebelumnya digunakan untuk World Fair 2005. Desainnya diatur agar pengunjung bisa menikmati alam lingkungan sekitarnya.

Rumah pada film Totoro

Pada taman ini, sudah ada bangunan eksisting replika dari film anime ‘My Neighbor Totoro’, yang kebetulan telah dibuat untuk World Fair 2005 lalu.

Ghibli Large Warehouse

Direncanakan dibangun tanpa merusak lingkungan alami yang ada, dan mengoptimalkan penggunaan lahan tidak terpakai dan fasilitas sisa Wordl Fair 2005 lalu. Jadi konsepnya adalah ruang alami, so green lah.

Area bangunan tema Eropa

Untuk bangunannya akan mengangkat tema gaya eropa, berupa bangunan bata, yang biasanya sering muncul menghiasi film mereka.

Benar-benar nostalgia, tema bangunan eropa di atas kental dalam beberapa film berikut, ‘Whisper of the Heart’ (Mimi wo sumaseba), ‘Kiki Delivery Service’ (Majo no Takkyūbin) dan Porco Rosso (Kurenai no Buta).

Hahaha, malah jadi review….

Area lembah penyihir

Konon gerbang utamanya akan mengambil tema bangunan pada film
‘Howl’s Moving Castle’. Taman hiburan ini sendiri akan dibagi menjadi lima area utama, yaitu: Youth Hill, Ghibli Large Warehouse, Mononoke’s Village, Dondoko Forest and Witches’ Valley areas.

Taman Studio Ghibli ini juga akan menampilkan toko antik dari film ‘Whisper of the Heart’ dan Hanggar besar Ghibli dengan ruang pameran, area rekreasi dan teater.

Area villa Mononoke

Taman hiburan ini diharapkan dapat mengikuti kesuksesan Museum Ghibli sebelumnya, yang telah dibuka di Tokyo tahun 2001. Museum tersebut memiliki ruang pameran, fasilitas belajar anak dan teater.

Area hutan Dondoko

Demikian posting kali ini mengenai visualisasi taman hiburan Studio Ghibli di prefektur Aichi. Disadur/diterjemahkan kembali dari berbagai sumber di internet. Semoga berguna, salam.

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain arsitek rumah  minimalis di bandung