Rumah, Optimasi Ruangan & Material Bangunan, 4

pemilihan material bangunan

berbagai pertimbangan material yang akan dipakai

gunakan material bangunan dengan sumber yang bisa diperbarui pada setiap kurun waktu tertentu

  • cobalah gunakan produk kayu yang diperoleh dari hutan yang memang dikelola kelestariannya, yang memiliki konsep penanaman kembali setelah pakai (penghijauan kembali).
  • usahakan menggunakan material bangunan dengan bahan baku yang dapat cepat terbarukan, yang dapat diregenerasikan dalam waktu 10 tahun atau kurang (contohnya bambu).

material bangunan

hindari penggunaan material bangunan yang pada saat pembuatannya mengandung polusi atau racun / bahan berbahaya lainnya

  • hindari penggunaan yang mengandung asbes, timbal, dan PCB di semua produk dan rakitannya.
  • jangan gunakan¬†chlorofluorocarbons (CFCs) dan hydro-chlorofluorocarbons (HCFC) sebagai refrigeran dalam sistem HVAC.
  • pilih cat, pelapis, plastik, karet, dan segel yang bebas dari parafin.
  • pilih tekstil, cat, tinta cetak, dan kertas yang bebas dari pewarna benzidine.

mendukung kesuksesan pengolahan limbah kegiatan operasional sejak perencanaan desain awal

  • menetapkan rencana pengelolaan limbah operasional yang dilakukan antara pihak desainer dengan bangunan untuk mendorong konsep/aplikasi daur ulang.
  • selama tahap desain dan konstruksi, sebisa mungkin menentukan area yang memadai yang bisa digunakan untuk pengumpulan daur ulang nanti.
  • periksa keadaan site yang kiranya bisa menjadi lokasi bagi pengomposan sampah organik.

daya tahan / umur hidup material bangunan

  • sangat penting agar produk yang tergolong dalam kategori produk hijau / ramah lingkungan dapat memiliki masa pakai seperti produk standar lainnya. karenanya perlu diperhatikan mengenai perencanaan ketangguhan dan keawetan produknya. apabila potensi resiko / kerusakan sudah diketahui maka dapat diperkirakan perlakuan yang perlu bagi produk tersebut pada saat proses desainnya.
  • proses diatas berlaku mulai dari awal, saat pra desain hingga bangunan selesai dan akan dihuni.
  • perencanaan ketahanan produk dan material biasanya mengarah kepada masalah kelembaban, terpaan cahaya, panas, serangga, kegagalan material, ozon, hujan asam, fungsi bangunan dan model bangunan terhadap gangguan alam.
  • pertimbangkan untuk menggunakan material bangunan yang tahan lama, terkadang material tradisional yang dipakai mempunyai kelebihan, seperti mudah diperbaik, diremajakan ulang atau bisa diganti per bagian, sehingga membuat umur bangunan menjadi awet, bahkan hingga beberapa generasi.

akhir tulisan bagian 4

demikian posting kali ini mengenai desain rumah dengan optimasi ruangan & material, bag 4 Рselesai.

postingan berikutnya, lihat:
Rumah, Optimasi Ruangan & Material, 1
Rumah, Optimasi Ruangan & Material, 2
Rumah, Optimasi Ruangan & Material, 3
Rumah, Optimasi Ruangan & Material, 4

terima kasih telah berkunjung, arginuring arsitek, jasa arsitek di bandung