Desain Arsitektur Yang Berkelanjutan (Sustainable)

desain bangunan rumah tinggal yang memikirkan hubungan dan keberlangsungan lingkungan hidup di sekitarnya

Desain Arsitektur Yang Berkelanjutan

tujuan desain yang berkelanjutan

sebuah prinsip desain arsitektur untuk mengurangi atau benar-benar menghindari penipisan sumber daya penting bagi manusia seperti energi, air, dan bahan baku. mencegah penurunan kualitas lingkungan di sekitar kita dan menciptakan lingkungan terbangun yang layak huni, nyaman, aman, dan produktif.

desain arsitektur bangunan rumah tinggal terhadap lingkungan sekitarnya

bangunan rumah tinggal (banyak orang yang tidak ‘ngeh’) menggunakan sumber daya seperti energi, air, bahan baku dll, dan bahkan juga menghasilkan limbah (buangan penghuni, sisa konstruksi dan bongkaran dll). hal-hal tersebut sebaiknya kita pikirkan bersama agar bisa menuju bangunan rumah tinggal yang terencana, yang memikirkan tentang masalah akses pencapaian, keamanan, kesehatan dan produktif, dengan tetap berusaha mengurangi dampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.

hal tersebut berlaku untuk desain rumah baru maupun renovasi bangunan.

oke, berikutnya mengenai prinsip desain bangunan sustainable, dari merambah info sana sini, kira-kira bisa dijabarkan sebagai berikut:

6 prinsip fundamental mengenai desain bangunan yang berkelanjutan

katanya – definisi mengenai desain berkelanjutan ini terus berubah, kerap ada saja definisi ‘kekinian’ yang muncul sebagai perbaikan dari definisi sebelumnya, tetapi untuk prinsip fundamentalnya tidak banyak berubah, yaitu:

    • optimasi potensi lahan
      untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan, pada saat proses desainnya kita harus memilih lahan yang tepat, termasuk pertimbangan penggunaan kembali dari bangunan yang sudah ada (existing – bila ada). lokasi, orientasi dan lansekap/kontur untuk bangunan bisa mempengaruhi ekosistem lokal, metode transportasi dan penggunaan energi (bangunan komersial di tengah zona hunian dll). lahan yang baik bagi desain arsitektur bangunan yang berkelanjutan harus bisa mengurangi, mengontrol dan mengelola limbah. bahkan lebih baik lagi bila desain lahannya bisa mendukung flora dan fauna lokal di wilayah tersebut.
    • optimasi penggunaan energi
      sekarang sumber daya yang berasal dari fosil menjadi kebutuhan utama bagi kita dan di eksploitasi besar-besaran. sayangnya sumber bahan mentah tersebut tidak bisa diperbarui secara cepat (butuh waktu ratusan bahkan mungkin ribuan tahun), sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk bisa mengurangi kebutuhan energi, meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan penggunaan energi dari sumber yang bisa diperbarui. cara lainnya adalah dengan mengoptimalkan kualitas energi yang telah ada pada bangunan-bangunan saat ini, tidak perlu menambah, tetapi cukup meningkatkan performanya. lebih jauh kita juga bisa mengusahakan desain rumah tinggal dengan energi bersih semacam pemakaian panas matahari, angin dan sebagainya.
    • perlindungan dan penghematan air
      saat ini disdari atau tidak sebenarnya air tawar yang bersih menjadi sumber daya yang semakin langka. sebuah bangunan yang berkelanjutan harus menggunakan air secara efisien dan jika memungkinkan bisa menggunakan kembali atau mendaur ulang air untuk digunakan berulang. bila kita menggunakan air yang berasal dari perusahaan penyedia air bersih sebenarnya mengkonsumsi sumber daya yang sangat besar, misalnya untuk memompanya ke saluran-saluran distribusi, tentunya membutuhkan banyak energi. hal lainnya seperti penggunaan bahan kimia untuk campuran air bersih yang bila dikonsumsi dalam jangka panjang akan berdampak pada kesehatan dll. kesemuanya itu perlu mendapat perhatian kita, ke depan kita harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa mengurangi penggunaan energi dan sumber daya serta mengembangkan teknologi untuk memaksimalkan penggunaan sumber/bahan yang alami, dapat di daur ulang dan tidak beracun.
    • optimasi penggunaan ruangan dan material bangunan
      konon penduduk dunia akan mencapai lebih dari 9 milyar pada tahun 2050, bisa kita bayangkan bahwa penggunaan sumber daya alam akan terus meningkat dan permintaan barang dan jasa pastinya akan terus menghabiskan sumber daya yang tersedia. maka kita harus bisa meningkatkan pemanfaatan yang cerdas akan bahan dan memaksimalkan nilai mereka, sedini mungkin mencegah terjadinya polusi di hulu, dan melestarikan sumber daya yang ada. sebuah desain arsitektur bangunan rumah tinggal yang berkelanjutan sebisa mungkin dirancang dan dioperasikan agar berpeluang menggunakan kembali bahan yang telah dipakai, dengan cara yang paling produktif dan berkelanjutan di seluruh siklus hidupnya (bangunan tersebut).
    • meningkatkan kualitas lingkungan ruang dalam
      kualitas lingkungan ruang dalam dari sebuah bangunan memiliki dampak signifikan pada kesehatan penghuni, kenyamanan, dan produktivitas. desain bangunan rumah tinggal yang berkelanjutan sebisa mungkin mampu memaksimalkan pencahayaan, memiliki ventilasi yang baik, bisa mengantisipasi kelembaban, mempunyai kualitas akustik yang nyaman, dan menghindari penggunaan bahan dengan emisi tinggi. bila hal tersebut bisa dicapai maka kita harapkan bisa mendapatkan kualitas ruang dalam yang sangat positif.
    • optimasi operasional dan perawatan bangunan
      pemilik bangunan dan arsitek dapat mencoba menentukan bahan dan sistem yang mempermudah dan mengurangi kebutuhan perawatan sehingga lebih sedikit membutuhkan air, energi dan campuran bahan kimia. kita berharap ini dapat menghemat dan mengurangi biaya perawatan hidup bangunan tersebut. selain itu juga untuk pengurangan energi dan penggunaan air dan limbah, sehingga meningkatkan penghematan dan keberlangsungan hidup bangunan rumah tinggal dan lingkungannya.

akhir tulisan

terima kasih telah berkunjung, arginuring arsitek, jasa arsitek rumah di bandung

pranala luar:

desain berkelanjutan – wikipedia