Bagaimana Cara Menyiapkan Data Awal Mendesain Rumah Tinggal

Langkah awal dan persiapan yang perlu dilakukan

Petunjuk dan data yang perlu anda ketahui dan siapkan ketika akan menyewa jasa arsitek untuk mendesain rumah anda

Membuat proses desain menjadi mudah, sederhana dan efektif

Postingan kali ini akan membahas mengenai berbagai persiapan yang perlu dilakukan sebelum menyewa jasa arsitek, proses mendesain rumah itu biasanya seperti apa dan data apa saja yang sebaiknya disediakan/berikan kepada arsitek anda.

Arsitek mendesain rumah berdasarkan data dan kebutuhan dari klien (term of references / TOR). Data ini yang akan diolah dan dimunculkan menjadi sebuah desain. Dari sini kita bisa sepakat, bahwa apapun namanya, perlu ada data.

Datanya seperti apa? Kita akan coba bahas dibawah. Kurang lebih topik pembahasan kita akan seperti berikut ;

  • Karakter/diri anda sebagai klien
  • Karakter arsitek
  • Data desain awal

Karakter anda sebagai klien

Pasti banyak yang berpikir bahwa arsiteknya seperti apa, bagaimana desainnya, hasilnya dst dst, secara totok yang dinilai arsiteknya saja. Tetapi mari kita coba keluar dari kotak sebentar, dan secara terbalik meninjaunya dari sisi diri anda sendiri. Lho kok? Karena dari sini anda bisa mengukur sejauh apa interaksi yang perlu dilakukan dengan arsitek pilihan anda.

Kita ibaratkan lukisan, ketika anda hendak membeli lukisan, anda mau yang seperti apa, apakah seperti Monalisa – Leonardo Davinci, ataukah lukisan yang digambar sesuai bentuk anda?

Monalisa
  • Untuk Monalisa, yang anda cari adalah hasil karya asli pelukisnya, karena anda tahu keunikan hasilnya, sebuah senyuman yang melegenda plus seabrek kode-kode tersembunyi didalamnya.
    • Jenis ini, anda mungkin hanya cukup bilang menginginkan lukisan seorang wanita yang tersenyum. Hindari campur tangan yang terlalu jauh.
    • Hubungannya dengan desain rumah anda? Dari yang sudah-sudah, klien cukup memberikan daftar kebutuhan ruang, ukuran lahan dan kalaupun ada ‘titipan’ mungkin sebatas, “kamar mandi, kloset jangan hadap barat/timur (kiblat)”. Sisanya bagaimana kamar mandi itu mau diposisikan adalah tanggung jawaba arsitek.
    • Disini jangan sampai titipan anda mengunci/mengungkungi kebebasan arsitek mendesain, kalau dari awal anda sudah titip posisi ruang anu di sebelah anu, ukuran sekian, tandanya yang anda beli bukan Monalisa, tetapi sebuah lukisan sesuai dikte dari anda.
    • Jadi pada Monalisa ini, yang terjadi adalah anda membiarkan arsitek untuk ‘membeli’ anda dengan karyanya. Menikmati secara utuh karya sang pelukis.

Khusus untuk ala Monalisa ini, sangat disarankan anda melakukan pengenalan terlebih dahulu mengenai gaya desain arsiteknya. Bisa diawali dengan langgam desainnya, misal arsitek yang berfokus pada desain arsitektur minimalis, modern, klasik, tropis dll dll.

Lalu lihat juga benang merah yang ada pada setiap desainnya, ciri desain yang biasa atau selalu ada padanya, hal-hal ini bisa menjadi profil dari arsitek tersebut.

Lukisan sesuai bentuk anda

Bila anda menginginkan lukisan yang seperti ini, maka anda perlu berkolaborasi dengan arsitek anda secara lebih detil, ya ikut corat coret – blusukanlah.

Bila ada kebutuhan titipan ruang/perletakan dll, usahakan ia bersifat luas/makro, berikan ruang untuk berbagai penerjemahan desain yang memiliki banyak alternatif.

Kadang masih harus dilihat apakah titipan anda akan selaras setelah desain dikembangkan lebih jauh, ketika tampak bangunan telah muncul, desain atap, bentuk struktur, kemudahan pengerjaan konstruksinya nanti dll.

Tips untuk menyiasati proses desain seperti ini adalah dengan melakukan prioritas desain, seberapa jauh prestasi pencapaian yang ingin dicapai? Tentunya tidak bisa selalu 100%, tetapi katakanlah bisa mendekati angka 80%? 90%? Itu sudah bisa dibilang bagus.

Titipan desain

Kalaupun ada ‘titipan’, seperti yang telah saya utarakan diatas, usahakan jangan sampai mengunci bentuk desainnya. Sebuah titipan sederhana seperti lokasi kamar mandi di posisi anu, atau tangga di sebelah anu, pada beberapa kasus sungguh mematikan desain.

Contoh titipan maut ;

  • Saya ingin tampak bangunan dibuat sesuai foto ini…
    • Bentuk denahnya apakah sesuai dengan tampak tersebut? Cek ricek dulu.
  • Karena hitung tanggal lahir, suami/istri, dll, posisi kamar mandi harus di bagian kiri depan bangunan – hadap anu.
    • Ahai, ini rumah atau kamar mandi umum? – No comment.
  • Saya ingin tiga kamar semuanya diatas, di bagian depan & hadap timur agar dapat cahaya pagi, plus minta kacanya gede-gede dan lebar ya.
    • Lebar lahannya tidak cukup untuk kamar tiga biji bejajar – berdampingan seperti itu.
  • Setelah secara ajaib tiga kamar hadap timur diatas berhasil dibuat.
    • Lho ini kok tampaknya jadi gini? Ada banyak jendela di atas depan, tidak ada ruang untuk dekorasi anu dan anu?
      • Karena requirement kamar diatas butuh bukaan, plus butuh kaca gede dan lebar, jadi sebagian besar dinding depan atas pasti terpakai oleh bukaan tersebut.
  • Dan berlanjut – makin tidak jelas…
    • Ya tolonglah atur agar gimana caranya, itu kaca pokok tetap gede dan lebar, tapi dinding tidak kemakan banyak.
      • Kita bisa berikan variasi secondary skin, ditempel didepan kaca2 tsb?
    • Oooo jangan, nanti budgetnya nambah. Ini nih, saya ada contoh dari internet, tampaknya bisa seperti ini, kan keren tuh.
      • Ehm, kalau yang itu kamarnya semuanya di belakang… di atas depan itu ruang santai…

OMG…

Jadi yang terbaik adalah, keinginan dan angan boleh saja, tetapi tetap selalu berikan ruang untuk fleksibilitas (kebebasan melakukan alternatif).

Karakter arsitek anda

Setelah anda memahami karakter diri anda, selanjutnya adalah memilih arsitek yang cocok dan sesuai untuk membantu anda. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari karakter arsitek yang anda akan pilih.

Apakah arsitek yang anda inginkan berjenis palugada (apa lu mau gua ada) ataukah arsitek yang spesifik/fokus pada gaya desain tertentu?

Anda bisa mencoba mengenali arsitek anda dengan cara berikut ;

  • Lihat contoh/hasil karya.
  • Diskusikan dengan mereka, apakah fokus pada langgam desain tertentu atau multi langgam.
  • Seperti apa tahapan desainnya, waktu, output dll.
  • Sejauh apa layanannya, desain, pengawasan, referensi kontraktor dll.

Intinya memang harus ada perkenalan dan diskusi awal, dan butir-butir diatas bisa menjadi menunya.

Selanjutnya anda bisa bandingkan akan karakter anda dan arsiteknya, mana yang kira-kira sesuai, apakah multi langgam atau spesialis.

Data desain awal

Wokeh, setelah kandidat arsitek, selanjutnya adalah data awal.

Data awal ini adalah bahan yang akan dipelajari dan diolah oleh arsitek anda nantinya. Pemberi tugas perlu memberi informasi yang jelas dan pelaksana tugas perlu tahu apa saja item pekerjaannya, kemampuannya, kesiapannya dll.

Berikut data awal yang diperlukan :

  1. Konsep.
    • Gamblangnya, semua cerita dan angan yang ada silahkan kemukakan disini.
    • Misalkan, villa dengan kolam renang hadap pantai, digunakan setahun sekali. Pengguna ada yang difabel, dll.
    • Bila ada contoh bangunan yang ingin dijadikan acuan, boleh sertakan foto dll.
  2. Daftar kebutuhan ruang (wajib).
    • Ini harus ada, berisikan list ruang yang diperlukan, lebih bagus lagi bila ada perkiraan luasan sementara, jadi sudah bisa perkirakan kelayakannya.
    • Baca postingan sebelumnya mengenai bagaimana cara membuat daftar kebutuhan ruang.
  3. Ukuran lahan, kondisi, kontur dll.
    • Ukuran lebar muka lahan, panjang ke belakang dll.
    • Arah lahan, kiblat dll.
    • Bila lahan anda tidak rata (signifikan), mungkin perlu ada data pengukuran kontur.
    • Boleh juga disertakan koordinat google map, akan sangat membantu.
  4. Foto lokasi.
    • Untuk bahan pemahaman kondisi lapangan, potensi view dll.
  5. Catatan/note tambahan.
  6. Bahan literatur dll.

Next, anda sudah bisa menghubungi arsitek kandidat anda.

Akhir

Nah demikian postingan kali ini mengenai langkah awal mendesain rumah tinggal. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua 🙂

Bagaimana pendapat anda mengenai postingan diatas? Ada pertanyaan, saran atau masukan? Silakan berbagi komentar dibawah 🙂

Lihat juga postingan lainnya mengenai:

Terima kasih telah berkunjung – Arginuring Arsitek, jasa desain rumah online seluruh Indonesia.