Estetika arsitektur pada desain rumah tinggal (bag. 2)

perkembangan baru dan pergeseran nilai estetika desain arsitektur

sambungan dari tulisan sebelumnya, estetika arsitektur pada desain rumah tinggal bagian 1

peninjauan kembali terhadap estetika desain rumah tinggal dan keterbukaan terhadap keragaman budaya

Estetika arsitektur pada desain rumah tinggal

perkembangan baru dalam jasa desain arsitektur, desain yang berkelanjutan, penemuan baru akan ilmu teknik dan tekonlogi bangunan, dan permodelan sistem informasi bangunan dll. semua mewujudkan wawasan baru dalam desain arsitektur dan metode plaksanaan konstruksi, sehingga seringkali membuat penilaian kita akan standard estetika yang ada ditinjau dan perbarui kembali. bila dulu kayu adalah suatu keharusan sebagai standar desain bangunan rumah tinggal yang bagus, maka seiring dengan kelangkaan kayu besar berkualitas ditambah meningkatnya biaya dan upah kerja, maka penilaian estetika berubah, menjadi menerima kayu laminasi sebagai produk yang umum dan lazim digunakan, tidak lagi harus kayu utuh/asli seperti dulu. karena sifat budaya pada era modern adalah kontemporer, maka ia mendukung terhadap keragaman budaya, bahkan hingga mengenai masalah pelestarian bersejarah sekalipun. karena bisa bercampurnya berbagai budaya ini maka mendorong pengembangan aliran gaya desain arsitektur yang baru. menanggapi keterbukaan ini, para arsitek setuju bahwa estetika desain arsitektur yang sukses berasal dari pendekatan yang terpadu. dengan memformulasikan tujuan proyek dengan benar, mencari inspirasi guna memecahkan program kebutuhan yang diperlukan dalam proyek, dan mencari solusi untuk desain yang berbiaya efektif, aman, berkelanjutan, dapat diakses dan fungsional/operasional. contohnya, teknologi desain atap rumah tinggal yang mampu membuat atap ‘hijau’ yang dapat ditumbuhi tanaman/rumput sehingga mampu menahan air hujan dan menyediakan fasilitas baru dll.

vitruvius, dulu dan kini

kembali ke vitruvius, kita dapat menyimpulkan bahwa ketiga standar tentang arsitektur darinya memperkuat satu sama lain. sebuah karya arsitektur yang baik harus bisa mencapai hasil yang bermanfaat, manusiawi, dan ekonomis. gaya desain arsitekturnya bebas, tapi harus bisa mengekspresikan ketiga standard tadi. satu hal yang mungkin vitruvius belum terpikirkan pada masa itu adalah sebuah bangunan yang terintegrasi secara lengkap bisa membuatnya menjadi tahan lama, dengan memahami akan konsep desain yang terintegrasi maka arsitek bisa mengambil keputusan mengenai desain bangunannya berdasarkan kolaborasi yang telah dilakukan dengan klien, penghuni/pengguna bangunan, konsultan dari desain ilmu lainnya dan publik. karenanya amat penting bagi klien dan pengguna untuk diberi masukan, saran dan penyediaan informasi lainnya agar dapat tercapai bangunan yang sebisa mungkin mampu memenuhi berbagai macam kebutuhan dan keperluan penggunanya.

jasa arsitek untuk mendesain rumah

terima kasih telah berkunjung, arginuring arsitek, jasa desain arsitektur di bandung.

pranala luar

desain arsitektur – wikipedia