Optimasi Energi Pada Desain Arsitektur, 1 Dari 2

eksploitasi manusia terhadap energi, antara kebutuhan dan dampak yang terjadi

Optimasi Energi Pada Desain Arsitektur

bagaimana optimasi energi pada desain arsitektur yang berkelanjutan (sustainable architecture) makin hari kian menjadi penting

penghasil dioksida, karbon, sulfur dan nitrogen

optimasi energi, setiap tahunnya bangunan di dunia menimbulkan pencemaran udara sekitar 30% karbon dioksida, 49% sulfur dioksida dan 25% nitrogen dioksida. celakanya, kebanyakan dari semuanya ini di hasilkan dari sumber yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi yang berasal dari endapan fosil dll. sedangkan kita tahu bahwa persedian kekayaan bumi tersebut terbatas, tidak ada kepastian tersedia sampai kapan.

dengan terus bertambahnya tuntutan akan suplai minyak mentah maka kita juga harus memikirkan tentang keamanan dan kelangsungan sumber tersebut. jadi saat ini sangat penting bagi kita untuk memikirkan dan menemukan cara untuk mengurangi ekploitasi, meningkatkan efisiensi dan menggunakan sumber yang dapat diperbaharui di berbagai fasilitas dan kebutuhan.

konsep optimasi energi

pada saat para penyelenggara jasa arsitek mendesain rumah tinggal dan bangunan lainnya, maka proyek tersebut harus mempunyai tujuan arsitektur dalam mendesain suatu bangunan yang baik, dan mengarah kepada beberapa hal dibawah ini:

  • kurangi kebutuhan pemanasan, pendinginan dan pencahayaan buatan melalui desain yang ramah atau bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
  • gunakan sumber energi yang dapat diperbaharui, misalnya seperti sebanyak mungkin penggunaan cahaya alami di siang hari, pemanasan dengan tenaga matahari, penggunaan panas bumi, sistem pendingin air tanah (ground water cooling), yang menarik air dan mendistribusikannya untuk menarik panas lalu mengembalikannya kembali ke dalam tanah.
  • optimasi kinerja bangunan dan sistem pengontrolan, seperti sensor co2 dan sensor kondisi udara lainnya.
  • kembangkan desain yang mampu menghemat penggunaan air tanah, penampungan air hujan untuk menyiram tanaman, cuci kendaraaan dll.

konsep pemikiran diatas juga dapat di aplikasikan untuk proyek rumah & bangunan lainnya seperti untuk renovasi dan perbaikan.

kurangi kebutuhan pemanasan, pendinginan dan pencahayaan

  • gunakan desain bukaan yang bisa memanfaatkan cahaya alami secara pasif sebanyak banyaknya, dari mulai arah orientasi, ukuran dan jenis pintu maupun jendelanya.
  • gunakan penutup bangunan yang berkualitas, dinding bangunan, atap dan pembungkus lainnya yang memiliki sifat insulasi yang tahan lama dan memiliki ketangguhan yang tinggi.
  • pertimbangkan untuk menyiapkan desain lansekap yang menyediakan pepohonan yang teduh untuk menghalangi panas matahari, menanam tanaman yang mampu memecah hembusan angin kencang dll.

akhir tulisan bagian 1 dari 2

demikian posting kali ini mengenai optimasi energi pada desain arsitektur bagian 1

posting selanjutnya bagian 2

terima kasih telah berkunjung, arginuring arsitek, jasa arsitek di bandung